
Netanyahu Tegaskan IDF akan Tetap Bertahan di Lebanon
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) akan tetap berada di Lebanon "selama diperlukan".
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) akan tetap berada di Lebanon "selama diperlukan".

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Bersenjata Israel (IDF) untuk mengambil alih 70% wilayah Jalur Gaza.

Israel kembali melakukan serangan ke Lebanon yang diklaim menargetkan Hizbullah. Serangan itu dilakukan setelah delegasi Israel dan Lebanon menggelar pertemuan tatap muka di Washington, yang bertujuan untuk meredakan konflik.

Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengklaim telah meluncurkan lebih dari 10.800 serangan udara ke Iran selama serangan gabungan dengan Amerika Serikat (AS) sejak akhir Februari lalu.

Angkatan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengerahkan satu divisi tambahan di Lebanon selatan sebagai upaya memperluas serangan darat, yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Eskalasi di perbatasan utara Israel dan Lebanon kembali menelan korban dari Indonesia. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL gugur di tengah meningkatnya intensitas konflik antara Israel Defense Forces (IDF) dan Hezbollah. Duka ini bukan hanya milik keluarga besar TNI, tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Pasukan Bersenjata Israel Tentara (IDF) telah meluncurkan operasi darat yang diklaim 'terbatas dan terarah' menargetkan Hizbullah di Lebanon Selatan pada Senin (16/3).

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa Pasukan Bersenjata Israel (IDF) tidak akan bergerak mundur sejengkal pun dari 'Garis Kuning' di Gaza sampai Hamas dilucuti senjatanya.

Israel telah berulangkali melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Hamas dan melakukan serangkaian serangan. Setidaknya 357 warga Palestina tewas dan 903 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengecam tindakan Angkatan Bersenjata Israel (IDF) yang menghancurkan fasilitas milik Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki Israel.