Komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam membantu penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya diwujudkan melalui pengerahan sejumlah pesawat angkut untuk mendistribusikan bantuan. Di sisi lain, TNI AU juga mengerahkan personel tenaga kesehatan (Nakes) ke lokasi bencana.
TNI AL memberangkatkan kapal bantu rumah sakit KRI Soeharso-990 menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempercepat penanganan darurat korban gempa bumi, Selasa (18/8). Kapal ini mengangkut ribuan paket sembako, alat berat, serta ratusan personel Korps Marinir.
Pesawat angkut terbaru TNI Angkatan Udara (TNI AU), A400M, mengudara menuju Labuan Bajo dengan mengangkut bantuan seberat 20.227 kilogram untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
TNI mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk membantu penanganan dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7.7 yang berpusat di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
TNI mengerahkan ribuan personel untuk membantu penanganan dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7.7 yang berpusat di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat membantu penanganan korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) dini hari. Gempa yang terjadi sekitar pukul 01.15 WIB itu menimbulkan kepanikan warga dan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik.
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi beruntun yang melanda Venezuela bertambah menjadi 5.208 orang. Sementara, sekitar 16.740 lainnya mengalami luka-luka.
TNI Angkatan Laut menyiagakan kapal patroli cepat PC-40, KRI Selar-879, melaksanakan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Kepulauan Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara. KRI beroperasi sejak Rabu (10/6), melalui perintah Komandan Kodaeral (Dankodaeral) VIII Laksda Dery Triesananto Suhendi.