
Gempa dan Tsunami Kecil di Sulut, Puan Maharani Tekankan Evakuasi Cepat dan Informasi Akurat
Bencana gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Utara masih menyisakan ancaman serius.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Bencana gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Utara masih menyisakan ancaman serius.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan para prajuritnya ke sejumlah wilayah terdampak bencana gempa bumi di Sulawesi Utara pada Kamis (2/4).

TNI AD dari Kodam XIII/Merdeka bergerak cepat memberikan bantuan pascagempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan ada sebanyak 13 gempa susulan yang mengguncang wilayah Jawa Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, meminta pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa dan tsunami.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan menginstruksikan seluruh jajaran untuk siaga dalam menghadapi adanya potensi tsunami akibat gempa bermagnitudo 8,7 yang terjadi di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat khususnya warga pesisir untuk tidak bermain ke pantai selama ada peringatan dini potensi tsunami akibat gempa di Rusia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa 8,7 magnitudo di Kamchatka, Rusia, menyebabkan sepuluh daerah pesisir di Indonesia kini berstatus waspada tsunami.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Canberra mengirimkan bantuan kemanusiaan korban bencana gempa bumi di Vanuatu dengan total 50,5 ton.

TNI Angkatan Udara (TNI AU) bergerak cepat dengan mengerahkan sejumlah satuannya untuk membantu upaya penanggulangan bencana gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta pada Jumat (30/6) malam pekan lalu.