Slogan “Vira Cakti Yudha” (Ksatria yang Tangguh di Medan Laga) terpampang di pintu masuk Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad. Menurut pengurus museum, Sersan Mayor (Serma) Rio Handoko, slogan ini bukan hanya tulisan belaka namun sudah dibuktikan para prajurit. “Keberhasilan operasi Trisula hingga Timor-Timur menjadi bukti slogan itu melekat di dada para prajurit Divif 2 Kostrad,” kata Rio saat ditemui di Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad. Di dalam museum, Rio mengisahkan salah satu keberhasilan operasi yang terus melekat dan menjadi pemantik nasionalisme para prajurit adalah Operasi Trisula. Operasi ini digelar di periode tahun 1968 untuk menumpas sisa-sisa gerilyawan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang disinyalir ingin menghancurkan kedaulatan NKRI. “Operasi Trisula digelar pada tahun 1968, di Blitar, Jawa Timur untuk menumpas PKI. Operasi ini dijalankan oleh Brigif 18 Trisula dan dipimpin oleh Komandan Satuan Penugasan, Kolonel Infanteri Witarmin,” kata Rio sambil menunjuk diaroma operasi Trisula yang terpampang di museum.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memberangkatkan Satgas Port Visit 2026 KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (WDH-991) dalam misi diplomasi pertahanan dan kerja sama maritim ke kawasan Pasifik Selatan. Satgas tersebut dilepas Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Dermaga 106, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (14/9). Dalam pelayaran selama sekitar 60 hari, satgas akan mengunjungi Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini sebagai bagian dari upaya membangun Confidence Building Measure (CBM) sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di kawasan Pasifik Selatan.
Pemerintah pusat dan daerah diminta bergerak cepat mempercepat pemulihan pascakonflik sosial di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Pemerintah mengambil langkah tegas untuk mempersempit sumber kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menghentikan praktik pembakaran lahan yang selama ini dikaitkan dengan dalih “kearifan lokal”.
Pendidikan tidak sekadar menjadi sarana meningkatkan kapasitas intelektual, tetapi juga fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus melahirkan pemimpin yang mampu menjadi teladan.
Medan pertempuran di era modern tidak lagi hanya berlangsung di darat, laut, dan udara. Ruang digital kini berkembang menjadi arena strategis yang mampu memengaruhi opini publik, membentuk pola pikir masyarakat, hingga menentukan karakter sebuah bangsa.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyatakan pentingnya penguatan lembaga pendidikan TNI sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat postur pertahanan nasional.