Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bahwa operasi militer di Yaman berlangsung sukses. Ia mengklaim telah merebut enam distrik dari pihak lawan, yakni pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sekaligus koalisi pimpinan Arab Saudi.
Wakil Tetap Yaman untuk PBB Abdullah Ali Fadhel al-Saadi, memperingatkan bahwa kelompok Houthi terus melakukan eskalasi militer yang membahayakan keamanan regional dan berupaya memaksakan realitas baru di Laut Merah.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif, menyatakan bahwa setiap serangan terhadap Arab Saudi dapat mengaktifkan pakta pertahanan trilateral bertajuk 'Mecca Joint Defence Agreement'.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Arab Saudi menyatakan bahwa 15 negara telah menandatangani pernyataan untuk turut bergabung dalam Koalisi Pertahanan Maritim Multinasional (Multinational Maritime Defensive Coalition/MMDC).
Presiden Palestina Mahmoud Abbas memandang Kesepakatan Pertahanan Bersama antara Turki, Arab Saudi dan Pakistan atau 'Mecca Joint Defense Agreement' dapat menjadi titik awal untuk menjamin stabilitas dan keamanan kawasan.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, mengatakan bahwa pakta pertahanan trilateral dengan Arab Saudi dan Pakistan tidak menganggap Iran atau negara mana pun sebagai ancaman bersama.
Arab Saudi, Pakistan, dan Turki telah menandatangani pakta pertahanan bersama, yang menurut pengamat didasarkan atas keinginan membentuk otonomi strategis di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Pakistan, Arab Saudi dan Turki menandatangani perjanjian pertahanan kolektif di Mekkah, Arab Saudi pada Jumat (7/8), untuk mempererat ketiga kekuatan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas keamanan dan stabilitas kawasan.
Serangkaian serangan udara Houthi telah melukai 11 warga sipil di wilayah selatan Arab Saudi, yang dekat dengan perbatasan Yaman pada beberapa waktu lalu.