Jakarta, IDM – Houthi mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker minyak Arab Saudi di bagian utara Laut Merah dengan rudal balistik pada Rabu (5/8). Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree menyatakan bahwa beberapa rudal menghantam kapal tanker 'Wafa' di lepas…
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk meredakan ketegangan dengan Iran dan mencapai gencatan senjata guna menjaga keamanan di kawasan.
Di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS), kelompok militan Houthi yang berbasis di Yaman mengancam akan melakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi di Selat Bab al-Mandeb.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan berbincang melalui telepon mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk upaya menekan konflik AS-Iran.
Iran menuntut ganti rugi dari lima negara Teluk yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, dan Yordania karena diyakini mendukung serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.
Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, menyerukan pembentukan blok keamanan mandiri yang melibatkan enam negara Teluk (GCC), Irak, dan Iran. Langkah berani ini bertujuan untuk mendepak pengaruh kekuatan asing, terutama Amerika Serikat (AS), yang selama lima dekade terakhir dianggap gagal menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Dalam pertemuan tingkat menteri bersama enam negara, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan pentingnya memastikan setiap langkah menuju perdamaian di Gaza memiliki mandat dan legitimasi internasional yang kuat.
Indonesia bersama Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Mesir menyambut baik proposal Presiden Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik di Gaza.