
Korut Kritik AS yang Terus Dukung Ukraina
Korea Utara (Korut) mengkritik Amerika Serikat (AS) yang semakin meningkatkan dukungannya terhadap Ukraina melalui berbagai bantuan militer maupun finansial.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Korea Utara (Korut) mengkritik Amerika Serikat (AS) yang semakin meningkatkan dukungannya terhadap Ukraina melalui berbagai bantuan militer maupun finansial.

Amerika Serikat (AS) menyuarakan kekhawatirannya atas hubungan antara Rusia dan Korea Utara (Korut) yang semakin erat, ditandai dengan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Pyongyang untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani perjanjian keamanan bilateral yang berlaku 10 tahun. Tujuannya untuk memperkuat pertahanan Ukraina sekaligus menjadi jembatan menuju keanggotaan North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Amerika Serikat akan kirim hampir 2000 pasukan untuk berpartisipasi dalam Super Garuda Shield 2024, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus sampai dengan awal September mendatang.

Amerika Serikat (AS) dan Polandia meluncurkan operasi internasional yang berbasis di Ibu Kota Warsawa dengan misi membantu Ukraina melawan disinformasi Rusia.

Hamas menegaskan pihaknya tidak akan menyetujui kesepakatan apapun kecuali Israel berkomitmen secara gamblang terhadap gencatan senjata permanen dan penarikan penuh dari pendudukan di Jalur Gaza.

Badan intelijen Amerika Serikat (AS) merilis sebuah laporan analisis yang mengkonfirmasi bahwa Rusia menggunakan rudal balistik Korea Utara (Korut) dalam konflik bersenjata dengan Ukraina.

Hamas mengatakan kepada para mediator bahwa mereka tidak akan menyepakati perundingan damai selama Israel masih melakukan agresi. Namun, mereka siap untuk “perjanjian penuh” termasuk pertukaran tawanan jika Israel berkomitmen menghentikan perang.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mengatakan bahwa mereka berhasil menghancurkan aset militer kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman.

Amerika Serikat (AS) tidak berencana mengirim pasukan militer ke Ukraina tetapi akan mempertimbangkan untuk melakukannya ketika perang dengan Rusia telah usai.