Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) menentang serangan gabungan dengan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Mereka berpendapat bahwa serangan itu lebih menguntungkan Israel daripada AS.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa sistem dan struktur politik negaranya tetap kuat, meskipun terdapat beberapa pejabat hingga pemimpin tertinggi tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Dalam konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Israel, Iran dilaporkan telah membatasi jalur Selat Hormuz bagi pihak-pihak yang dianggap musuh. Namun, kini Iran nampak mengizinkan lebih banyak kapal melewatai Jalur itu walaupun jumlahnya sedikit.
Amnesty Internasional menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah dasar di Iran yang menewaskan sekitar 170 orang, sebagian besar anak-anak.
Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, menyerukan pembentukan blok keamanan mandiri yang melibatkan enam negara Teluk (GCC), Irak, dan Iran. Langkah berani ini bertujuan untuk mendepak pengaruh kekuatan asing, terutama Amerika Serikat (AS), yang selama lima dekade terakhir dianggap gagal menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) telah menolak seruan untuk mengerahkan pasukan militer ke Selat Hormuz dan menekankan mereka tidak terlibat dalam konflik yang terus berkecamuk dengan Iran.
Denmark mengambil sikap yang cukup mengejutkan di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Meski tidak mendukung keputusan Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk berperang dengan Iran, Denmark justru memberi sinyal ingin tetap membantu mengamankan Selat Hormuz.
Iran menekankan bahwa Selat Hormuz ditutup bagi pihak yang mereka anggap musuh. Iran juga siap untuk terus meluncurkan serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat (AS) sepanjang yang dibutuhkan.
Korea Utara (Korut) meluncurkan sekitar 10 rudal balistik ke arah Laut Timur pada Sabtu (14/3). Hal ini nampak dilakukan sebagai bentuk pamer kekuatan saat Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) tengah melakukan latihan militer gabungan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong ASEAN untuk meningkatkan koordinasi dan ketahanan bersama guna menghadapi dinamika geopolitik yang tidak pasti, khususnya di tengah konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.