
AS Kembali Serang Iran, Ini Alasannya
Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Jumat (26/6). Hal ini dilakukan sebagai balasan atas serangan terhadap kapal dagang yang sedang melintasi Selat Hormuz.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Jumat (26/6). Hal ini dilakukan sebagai balasan atas serangan terhadap kapal dagang yang sedang melintasi Selat Hormuz.

Amerika Serikat (AS) mendukung masa depan energi khususnya program energi nuklir Asia Tenggara termasuk Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui kunjungan Kelle Barfield, pakar komunikasi dan pelibatan publik di bidang nuklir dari AS ke Jakarta pada beberapa waktu lalu.

Angkatan Laut Amerika Serikat wilayah Pasifik (US Pacific Fleet) resmi memulai latihan multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026, di Hawaii pada Rabu (24/6) waktu setempat. Langkah ini menandai peningkatan kesiapan militer blok barat di tengah tingginya tensi geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa proses diplomatik dengan Iran akan berakhir jika Teheran mencoba menetapkan tarif bagi kapal yang lalu lintas di Selat Hormuz.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa AS dan Iran akan membahas isu nuklir, rudal balistik, dan aset Iran yang dibekukan untuk mencapai kesepakatan permanen.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, yang memimpin tim negosiasi Iran, memberikan penjelasan terkait kronologi dan alasan mereka berbondong-bondong meninggalkan tempat perundingan dengan Amerika Serikat (AS) pada Minggu lalu.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa keberhasilan perundingan dengan Amerika Serikat (AS) bergantung pada komitmen implementasi kesepakatan.

Amerika Serikat (AS) mengambil langkah geopolitik signifikan untuk mengimbangi dominasi militer Cina di kawasan Asia-Pasifik. Angkatan Bersenjata AS bersiap mengerahkan sistem peluncur rudal darat jarak menengah Typhon (Typhon midrange missile system) ke wilayah Jepang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa pihaknya maupun Amerika Serikat (AS) telah menyampaikan pandangan mengenai isu nuklir saat pertemuan di Burgenstock, Swiss, yang berakhir pada Senin (22/6).

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Iran menggelar negosiasi darurat di Burgenstock, Swiss. Kedua negara mengutus delegasi khusus untuk melakoni perundingan demi menjaga keberlangsungan gencatan senjata yang tengah berjalan.