INTERNASIONAL

Rusia Sebut Ukraina Serang Jembatan Krimea

Jembatan Kerch
Jembatan Kerch yang menghubungkan Rusia dan Semenanjung Krimea. (Foto: Dok. RTE)

Jakarta, IDM - Rusia mengklaim bahwa Ukraina telah melakukan serangan terhadap jembatan yang menghubungkan Rusia dengan Semenanjung Krimea pada Senin pagi waktu setempat. Serangan itu disebut menewaskan dua warga sipil.

Dilansir dari France24, Senin (17/7), juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova menyenut Ukraina telah melakukan serangan terhadap The Kerch Bridge. Namun, Zakharova tidak memberikan bukti untuk mendukung pernyataan tersebut.

Baca Juga: AS Kirim F-16 Untuk Awasi Kapal Tanker Minyak di Teluk Persia

"Serangan hari ini di Jembatan Krimea dilakukan oleh rezim Kyiv. Rezim ini merupakan teroris dan memiliki semua ciri kelompok kejahatan terorganisir internasional," kata Zakharova.

Zakharova menambahkan, serangan itu tidak hanya melibatkan Ukraina. Menurutnya, pemerintahan Zelensky dibantu oleh sekutu Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

"Keputusan dibuat oleh pejabat dan militer Ukraina serta adanya partisipasi langsung dari badan intelijen Amerika Serikat dan Inggris. Mereka bertanggung jawab atas pembentukan struktur negara teroris," jelasnya.

Baca Juga: Pakistan Peringatkan “Tanggapan Efektif” Terhadap Konfrontasi Taliban

Dalam pernyataan terpisah, Komite Antiterorisme Nasional Rusia melaporkan serangan itu dilakukan oleh dua pesawat nirawak Angkatan Laut Ukraina. Rusia pun disebut telah memulai penyelidikan. Sementara, pihak Ukraina belum memberikan pernyataan apapun terkait tuduhan Rusia itu.

Sebagai informasi, jembatan Kerch merupakan bagian infrastruktur vital yang diresmikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada tahun 2018. Jalur itu menghubungkan lalu lintas jalan raya dan kereta api dari Rusia ke Semenanjung Ukraina yang dianeksasi oleh Moskow pada tahun 2014. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.