Jumat, 4 April 2025

“Bila China Kalah Perang, Entropi Mengancam”

Tidak ada ‘revolusi’ untuk hal ini. 

Sampai sekarang, asumsi bahwa China adalah negara adidaya yang bisa menancapkan pengaruh di mana saja, memiliki ‘tangan besi’, maju pesat dalam bidang artificial intelligence (AI) mutakhir, dan selalu mampu menciptakan teknologi-teknologi terbaru, tetap melekat di kepala banyak orang. 

Namun, saya tidak yakin.

Satu dekade terakhir, negara-negara di kawasan Indo-Pasifik yang berupaya mencegah ekspansi kebijakan, pengaruh, dan dominasi China terus memperkuat relasi.

Skala strategisnya, untuk kepentingan negara-negara yang menjunjung tinggi demokrasi.

Jika China masih ngotot dengan alasan ideologi dan mengejar konflik skala besar, ini agaknya bakal menjadi akhir era kediktatoran komunis.

Dalam pandangan pribadi saya, kita semua semestinya harus lebih memperhatikan faktor risiko seperti kemanusiaan, efek berkelanjutan, dan ancaman nuklir dalam perang saudara seandainya rezim China runtuh pascagagal perang.**

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM – Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer