
Pemimpin Tertinggi Iran akan Dipilih, Pascapemakaman Khamenei
Proses pemilihan suksesor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan ditunda.
Arsip artikel dan kontribusi Bunga Permata di Indonesia Defense.

Proses pemilihan suksesor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan ditunda.

Pusat Komando Militer Amerika Serikat (US CENTCOM) mengklaim berhasil menghancurkan kapal induk drone Iran, IRIS Shahid Bagheri pada awal 'Operation Epic Fury', nama operasi serangan skala besar ke Iran.

Qatar mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah menembak jatuh dua Pesawat SU-24 dan mencegat hampir 100 rudal balistik diluncurkan dari arah Iran.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa Israel berencana untuk menyerang Iran. Sehingga, AS menyerang lebih dulu guna menekan kerugian dan jumlah korban jiwa.

Pemerintah Iran menegaskan pihaknya selalu menjaga perdamaian melalui jalur diplomasi. Namun, serangan Amerika Serikat (AS) di tengah proses negosiasi menunjukan bahwa Presiden AS Donald Trump menyalahgunakan niat baik Iran tersebut.

Iran menegaskan bahwa perang yang tengah berkecamuk usai serangan gabungan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel bukan hanya terkait militer. Iran juga memerangi disinformasi yang disebarluaskan oleh kedua pihak tersebut.

Iran kemungkinan dapat memilih pemimpin tertinggi baru dalam satu atau dua hari. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi di tengah masa berkabung 40 hari setelah pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel.

Pemerintah Iran menegaskan negaranya berhak membela diri usai diserang Amerika (AS) dan Israel. Serangan itu disebut menargetkan lokasi-lokasi sipil dan infrastruktur vital di Tehran serta beberapa kota lainnya, yang melanggar integritas teritorial Iran.

Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali menyerang Iran di tengah perundingan terkait program nuklir, yang dimediasi oleh Oman. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan itu dilakukan untuk menghilangkan ancaman dari Teheran.

Afghanistan menyatakan bersedia untuk berdiskusi dengan Pakistan guna mencapai perdamaian di tengah konflik terbaru antara kedua negara tetangga tersebut.