
Korut Bantah Tuduhan Pasok Rudal ke Rusia
Duta Besar Korea Utara (Korut) untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Kim Song membantah tuduhan Narat yang menyebut Korut telah memasok senjata yang digunakan Rusia di medan tempur.
Arsip artikel dan kontribusi Bunga Permata di Indonesia Defense.

Duta Besar Korea Utara (Korut) untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Kim Song membantah tuduhan Narat yang menyebut Korut telah memasok senjata yang digunakan Rusia di medan tempur.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa gencatan senjata dalam konflik dengan Rusia tidak akan menghasilkan dialog politik yang signifikan dan hanya akan menguntungkan Pemerintahan Vladimir Putin.

Aliansi pertahanan NATO menegaskan bahwa mereka akan terus memberikan bantuan militer, ekonomi, dan kemanusiaan dalam jumlah besar kepada Ukraina dalam menghadapi konflik dengan Rusia yang sudah berlangsung hampir dua tahun.

Presiden Ekuador Daniel Noboa telah mengumumkan keadaan darurat usai seorang gembong narkoba yang disebut “sangat berbahaya” melarikan diri dari tahanan dengan keamanan maksimum. Ia juga memerintahkan mobilisasi tentara selama 60 hari di beberapa kota dan penjara.

Cina telah menjatuhkan sanksi pada lima industri pertahanan milik Amerika Serikat (AS) karena melakukan penjualan senjata ke Taiwan. Hal ini dilakukan karena Cina mengklaim Taiwan sebagai bagian dari negaranya.

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ihnat mengakui bahwa pihaknya mengalami kekurangan rudal anti-pesawat usai konflik berlangsung selama hampir dua tahun.

Pemerintah Sierra Leone telah mendakwa sebanyak 27 tentara atas berbagai pelanggaran terkait upaya kudeta yang dilakukan pada November tahun lalu. Upaya kudeta itu telah menewaskan setidaknya 20 orang.

Cina mengklaim pihaknya telah menahan seorang warga negara asing karena diduga melakukan kegiatan mata-mata dengan Badan Intelijen Rahasia Inggris atau dikenal sebagai MI6.

World Health Organization (WHO) mengatakan pihaknya terpaksa membatalkan misi distribusi pasokan medis ke Gaza bagian utara karena tidak menerima jaminan keamanan dari kedua belah pihak yang berkonflik.

Personel Angkatan Laut AS dijatuhi hukuman 27 bulan penjara karena menerima suap hampir $15.000 dari seorang perwira intelijen Cina sebagai imbalan atas foto dan informasi militer Amerika Serikat (AS).