Ukraina Akui Kekurangan Rudal Anti-Pesawat

Jakarta, IDM - Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ihnat mengakui bahwa pihaknya mengalami kekurangan rudal anti-pesawat usai konflik berlangsung selama hampir dua tahun.
Dilansir dari Reuters, Rabu (10/1), Ihnat mengatakan kepada televisi nasional bahwa Ukraina telah menggunakan "cadangan rudal yang cukup besar" untuk mempertahankan diri terhadap serangan Rusia. "Jelas bahwa ada defisit rudal anti-pesawat," katanya.
Baca Juga: WHO Batalkan Pengiriman Pasokan Medis ke Gaza bagian Utara
Hal itu terjadi karena Rusia meningkatkan serangan rudal dan drone ke Ukraina dalam beberapa minggu terakhir. Ratusan rudal dan drone dilaporkan telah diluncurkan ke kota-kota Ukraina termasuk Ibu Kota Kyiv dan Kharkiv. Namun, bantuan yang dibutuhkan Ukraina dari sekutu Barat tertunda.
Ihnat pun berharap penundaan bantuan militer dari sekutu Barat akan segera teratasi karena Ukraina bergantung pada pasokan itu, termasuk rudal anti-pesawat.
Baca Juga: Badan Intelijen Cina Klaim Ungkap Kasus Spionase yang Melibatkan Inggris
“Kami memiliki semakin banyak peralatan Barat saat ini dan, oleh karena itu, peralatan tersebut memerlukan pemeliharaan, perbaikan, pembaruan, pengisian ulang, dan amunisi yang sesuai,” katanya.
Dalam serangan terbaru minggu ini, Ukraina mengklaim telah menembak jatuh 18 rudal jelajah yang ditembakkan, tingkat intersepsi yang lebih rendah dari biasanya. Otoritas Ukraina mengaitkan hal ini dengan banyaknya rudal balistik Rusia yang lebih sulit dicegat. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































