
Rusia Peringati AS Tak Anggap Enteng Batas 'Garis Merah'
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menganggap enteng batas 'garis merah' Rusia.
Arsip artikel dan kontribusi Bunga Permata di Indonesia Defense.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menganggap enteng batas 'garis merah' Rusia.

Amerika Serikat (AS) kembali memperingatkan Korea Utara (Korut) atas dukungannya terhadap Rusia, yang diyakini terus memasok senjata demi perang melawan Ukraina.

Rusia dan Mongolia telah menjalin berbagai kerja sama pertahanan termasuk akuisisi senjata Rusia dan pelatihan ratusan personil militer.

Rusia menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada fisikawan Alexander Shiplyuk atas tuduhan pengkhianatan terhadap negara, khususnya terkait pengembangan rudal hipersonik.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa keputusan Serbia membeli pesawat tempur Rafale buatan Prancis merupakan hak kebebasan mereka.

Turki luncurkan serangan udara ke sejumlah markas dan fasilitas yang digunakan militan Kurdi di Irak bagian utara pada beberapa waktu lalu. Langkah itu merupakan upaya Turki dalam ‘netralisasi’ militan Kurdi yang dianggap teroris.

Presiden Vladimir Putin mengklaim bahwa pasukan Rusia terus bergerak maju dengan cepat di Ukraina timur dan menguasai beberapa kilometer persegi per harinya.

Pemerintah Inggris telah menangguhkan beberapa penjualan senjata ke Israel, karena melihat adanya risiko senjata digunakan untuk melanggar hukum internasional.

Korea Selatan (Korsel) akan menggencarkan operasi pertahanan siber di tengah ancaman peretasan dan disinformasi yang meningkat termasuk dari Korea Utara (Korut).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan perundingan damai dengan Ukraina tetapi hal itu dirusak oleh serangan ke wilayah Kursk.