Jakarta, IDM โย Rusia menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada fisikawan Alexander Shiplyuk atas tuduhan pengkhianatan terhadap negara, khususnya terkait pengembangan rudal hipersonik.
Dilansir dari BBC, Rabu (4/9), Shiplyuk merupakan ilmuwan terkemuka dan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, yang juga menjabat sebagai direktur Institut Mekanika Teoretis dan Terapan Khristianovich di Siberia.
Baca Juga:ย Putin Klaim Pasukan Rusia Bergerak Pesat di Ukraina Timur
Dua rekannya, Anatoly Maslov dan Valery Zvegintsev, juga ditahan atas dugaan pengkhianatan. Maslov, 78 tahun, dijatuhi hukuman 14 tahun pada bulan Mei lalu.
Shiplyuk bersama rekannya berfokus pada kajian rudal hipersonik. Ia dituduh membocorkan rahasia negara terkait teknologi hipersonik itu ke pihak asing, yang dibantah oleh ilmuwan 57 tahun tersebut.
Baca Juga: Serbia Beli Pesawat Tempur Rafale, Rusia Beri Tanggapan
Presiden Rusia Vladimir Putin telah berambisi untuk meningkatkan kekuatan rudal hipersonik, yang mampu membawa muatan hingga 10 kali kecepatan suara dan menembus sistem pertahanan udara.
Selain Shiplyuk, belasan ilmuwan Rusia yang mengkaji atau berkaitan dengan teknologi hipersonik, juga telah ditangkap sejak 2015 dan didakwa dengan pengkhianatan tingkat tinggi. (bp)