INTERNASIONAL

Rusia Peringati AS Tak Anggap Enteng Batas 'Garis Merah'

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Foto: Dok. Kremlin.ru)
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM –  Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menganggap enteng batas 'garis merah' Rusia.

Dilansir dari Reuters, Rabu (4/9), hal itu ia ungkapkan menanggapi pertanyaan media lokal tentang kemungkinan pengiriman rudal jarak jauh AS JASSM ke Ukraina. Presiden Volodymyr Zelensky dilaporkan berupaya mendapat rudal itu agar dapat menyerang lebih dalam wilayah Rusia.

Baca Juga: AS Kembali Peringatkan Konsekuensi Pasokan Senjata Korut ke Rusia

"Saya tidak akan terkejut dengan apa pun, Amerika telah melewati ambang batas yang mereka tetapkan sendiri. Mereka dihasut, dan Zelenskiy tentu saja melihat ini dan memanfaatkannya," kata Lavrov.

"Tetapi mereka harus mengerti, mereka bercanda tentang garis merah kita di sini. Mereka seharusnya tidak meremehkan garis merah kita," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali memperingatkan Barat untuk tidak terlibat dalam perang yang pecah sejak 2022. Namun AS dan sekutunya terus meningkatkan bantuan militer ke Ukraina, termasuk memasok tank, rudal, dan pesawat tempur F-16.

Baca Juga: Rusia-Mongolia Telah Jalin Berbagai Kerja Sama Pertahanan

Menurut Lavrov, AS paham betul di mana letak batas garis merah Rusia tetapi mereka nampaknya tidak menjunjung upaya 'saling deterens' yang telah menopang stabilitas strategis sejak zaman Soviet.

"Mereka memiliki keyakinan bahwa tidak seorang pun akan menyentuh mereka. Upaya saling deterens ini, entah mengapa mereka mulai kehilangannya. Ini berbahaya," ujarnya.

Sementara, Presiden AS Joe Biden telah berulang kali menegaskan pihaknya tidak bertindak provokatif yang memicu Perang Dunia Ketiga. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.