Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tidak menolak pembicaraan damai dengan Ukraina. Namun, serangan yang terus berlangsung dari Ukraina mempersulit keadaan untuk merealisasikan dialog perdamaian tersebut.
Belarusia disebut sedang berupaya untuk mempersiapkan personel militer menghadapi memungkinan konflik. Langkah itu dilakukan semenjak kelompok tentara bayaran Wagner disetujui untuk pindah ke negara tetangga Rusia tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pihaknya tidak segan meluncurkan bom cluster jika Ukraina menggunakannya di medan perang. Menurutnya, Rusia memiliki persediaan yang cukup untuk membalas serangan tersebut.
Jakarta, IDM - Jenderal Tertinggi Rusia Valery Gerasimov muncul kembali ke hadapan publik dan melakukan pertemuan bersama jajaran komandan Angkatan Bersenjata. Gerasimov sempat dikabarkan dipecat dan menghilang setelah pemberontakan tentara bayaran Wagner berakhir pada akhir bulan lalu. Dilansir dari The…
Presiden Rusia Vladimir Putin meyakinkan para pemimpin Asia terkait situasi persatuan dan stabilitas keamanan Rusia di KTT Organisasi Kerjasama Shanghai yang digelar secara virtual pada beberapa waktu lalu. Pernyataan itu ia ungkapkan menanggapi aksi pemberontakan oleh kelompok tentara bayaran Wagner yang sempat membuat ricuh Rusia.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyebutkan bahwa pemberontakan kelompok tentara bayaran Wagner merupakan sebuah masalah internal yang mempengaruhi kondisi konflik di Ukraina. Menurutnya, insiden tersebut juga mengungkapkan adanya "keretakan" di kepemimpinan Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan terima kasih kepada pasukan keamanan dan penduduk Rusia karena telah bersatu menentang pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok tentara bayaran Wagner pada beberapa waktu lalu.
Cina menyatakan dukungan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mempertahankan stabilitas nasional negaranya usai pasukan tentara bayaran Wagner berencana melakukan pemberontakan oleh pada beberapa waktu lalu.
Pemerintahan Rusia secara tegas menolak pemberontakam senjata yang dilakukan oleh kelompok tentara bayaran Wagner pada beberapa waktu lalu. Tindakan itu disebut bertujuan untuk mengacaukan situasi di Rusia dan menguntungkan musuh eksternal.
Pasukan bayaran Wagner yang dipimpin Yevgeny Prigozhin, batal bergerak ke Ibu Kota Moskow dalam aksi kudeta pada beberapa waktu lalu. Kini, Prigozhin dilaporkan menuju ke Belarus usai ia melakukan kesepakatan dengan Putin, yang dimediasi Presiden Belarus Alexander Lukashenko.