
Zelensky Sebut Rusia Kerahkan 50.000 Tentara di Wilayah Sumy
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia telah mengerahkan lebih dari 50.000 tentara, termasuk beberapa pasukan terbaiknya, di dekat wilayah Sumy, Ukraina.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia telah mengerahkan lebih dari 50.000 tentara, termasuk beberapa pasukan terbaiknya, di dekat wilayah Sumy, Ukraina.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin karena terus menggempur Ukraina di tengah upaya gencatan senjata.

Ukraina dan Rusia telah melakukan pertukaran tawanan masing-masing 1.000 orang, yang berlangsung selama tiga hari. Pertukaran ini merupakan yang terbesar sejak perang pecah pada Februari 2022.

Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan bahwa pihaknya telah menerima daftar 1000 nama tawanan perang yang Ukraina ingin bebaskan. Daftar itu diterima usai Moskow memberi Kyiv hal serupa.

Inggris mengungkap kampanye serangan siber Rusia yang menargetkan banyak organisasi, termasuk mereka yang terlibat dalam pengiriman bantuan ke Ukraina.

Paus Leo XIV bersedia untuk menjadikan Vatikan sebagai tuan rumah perundingan guna mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina. Hal itu dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Rabu (21/5).

Delegasi Rusia dan Ukraina melakukan perundingan langsung untuk pertama kalinya sejak 2022. Namun, pertemuan di Turki yang berlangsung selama kurang dari 2 jam itu tidak menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa pihaknya akan mengirim delegasi ke Turki untuk melakukan perundingan damai langsung dengan Ukraina pada Kamis (14/5) besok.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (Korsel) atau NIS mengatakan bahwa sekitar 600 tentara Korea Utara (Korut) tewas saat bertempur bersama Rusia melawan Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin bersedia untuk mewujudkan perdamaian dengan Ukraina. Namun, situasi konflik sangat rumit sehingga kesepakatan damai segera seperti yang diinginkan Amerika Serikat (AS) sulit dicapai.