
Rusia Klaim Tembak Jatuh 103 Drone Ukraina dalam Sehari
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengklaim bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menghancurkan 103 drone yang diluncurkan Ukraina dalam sehari.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengklaim bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menghancurkan 103 drone yang diluncurkan Ukraina dalam sehari.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan bantuan militer dan anggaran tambahan senilai $2,5 miliar untuk Ukraina, di akhir masa jabatannya sebelum diambil alih Presiden terpilih Donald Trump.

Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa Ukraina telah menangkap seorang tentara Korea Utara (Korut) yang berperang bersama Rusia di medan tempur.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengklaim telah menyerang target militer di Ukraina dengan senjata jarak jauh berpresisi tinggi. Hal itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangan di wilayah Rostov, Rusia, menggunakan rudal yang dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (National Intelligence Service/NIS) mengungkapkan bahwa sekitar 100 tentara Korea Utara tewas dalam pertempuran bersama Rusia melawan Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kembali bahwa pihaknya bersedia untuk berunding dengan Ukraina. Menurutnya, Rusia telah secara konsisten berupaya menjalin perundingan diplomatik atas konflik tersebut.

Ukraina mengklaim memiliki senjata laser yang mampu menembak jatuh target di udara pada ketinggian lebih dari 2 kilometer, yang diberi nama 'Tryzub'.

Rusia mengatakan bahwa Ukraina telah berulang kali menjatuhkan amunisi fosfor putih terlarang dari drone pada bulan September, tuduhan yang dibantah oleh Ukraina.

Dinas Keamanan Ukraina (Security Service of Ukraine) mengaku bertanggung jawab atas tewasnya Letnan Jenderal Angkatan Bersenjata Rusia Igor Kirillov dan menyebutnya sebagai "target yang sah".

Otoritas Amerika Serikat (AS) dan Ukraina melaporkan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) telah bertempur bersama Rusia. Beberapa diantaranya diyakini telah tewas atau terluka.