Sejumlah prajurit Satuan Bravo (Satbravo) 90, Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) dan Intelijen mengikuti Pelatihan Anti-Terror Counter Measure (ATCM) TA 2026 di Wing Pendidikan (Wingdik) 800 Pasgat pada 29 Juni hingga 24 Juli 2026.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung pembinaan sekaligus peningkatan prestasi atlet panahan nasional.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Malaysia (Tentera Udara Diraja Malaysia/TUDM) terus memperkuat interoperabilitas serta meningkatkan kemampuan taktis dan operasional melalui berbagai kegiatan bersama.
Komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional diwujudkan melalui pendampingan komoditas tebu di lahan seluas 236.048 hektare. Melalui pendampingan tersebut, TNI AU berpotensi menyumbang produksi tebu sebanyak 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula. Jumlah tersebut mencerminkan sekitar 45,05 persen dari target produksi gula nasional.
Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Pangkorpasgat) Marsdya TNI Deny Muis menegaskan bahwa pembentukan Batalion Para Komando (Yon Parako) 464 Pasgat merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat organisasi Korpasgat.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat Boeing 737-200 untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) kapal KLM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan kembali menunjukkan profesionalisme dan kapabilitas penerbangnya melalui keikutsertaan dalam latihan udara multinasional Pitch Black 2026 yang digelar di Darwin, Australia, pada 17 Juli hingga 7 Agustus 2026.
Di balik kekuatan angkut strategis TNI Angkatan Udara (TNI AU), Skadron Udara 32 menjadi salah satu satuan yang memegang peranan penting. Dengan pesawat C-130 Hercules sebagai kekuatan utamanya, Skadron Udara 32 tidak hanya mendukung mobilitas pasukan dan logistik, tetapi juga menjadi andalan dalam pelaksanaan berbagai operasi militer selain perang (OMSP).
Pagi itu terasa berbeda. Kami, 30 atan dari ruang redaksi atau meja kerja seperti biasanya. Kamera dan perlengkapan liputan tetap dibawa, namun kali ini kami dilengkapi dengan helm serta rompi antipeluru yang melekat di tubuh. Tidak hanya itu, sebelum memasuki kegiatan inti, kami juga menerima pembekalan mengenai gerakan dasar perorangan, mulai dari posisi telungkup, jongkok, hingga berguling. Usai pembekalan singkat selama kurang lebih 15 menit, kami diarahkan untuk menyusuri kawasan hutan menuju sebuah bangunan dengan sejumlah ruangan kosong serta tumpukan ban yang memenuhi sisi-sisinya.
Sebanyak 82 personel Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) siap mengawali pengabdian sebagai aparat penegak hukum dan disiplin, serta pengaman di lingkungan TNI Angkatan Udara usai resmi menyandang baret biru dan dikukuhkan melalui upacara tradisi pembaretan.