Bagi Mayjen TNI Budi Hariswanto bertugas langsung di bawah pengawasan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) adalah suatu jabatan yang fungsional dan prioritas. Ia harus mengoordinasikan satuan Zeni TNI AD untuk dukungan operasi, pembangunan, dan kemanusiaan.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) penerbang yang andal dan profesional seiring dengan perkembangan teknologi serta program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan intensif di Sekolah Penerbang (Sekbang).
Peringatan 9 April 2026 menandai 80 tahun pengabdian tanpa batas TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan ruang udara Indonesia. Sebuah perjalanan panjang yang ditempa oleh dedikasi, pengorbanan, dan semangat tanpa henti. Seiring dengan bertambahnya usia pengabdian tersebut, TNI AU dihadapkan pada tuntutan untuk terus beradaptasi dengan dinamika pertahanan yang semakin kompleks, ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi militer, perubahan karakter konflik, serta meningkatnya operasi multi domain.
Kebijakan Presiden Prabowo Subianto menaikkan tunjangan kinerja (tukin) bagi prajurit TNI dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia pertahanan Indonesia.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) terus memperkuat hubungan pertahanan melalui penjajakan berbagai peluang kerja sama di bidang operasional dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan arsitektur baru pendidikan kepemimpinan nasional melalui pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI).
Usaha agar industri pertahanan nasional menuju kemandirian terus dilakukan. Salah satunya melalui monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan Komite Kebijakan Industri Pertahanan KKIP (KKIP) di PT PAL Indonesia, Selasa (22/7).
Perkembangan teknologi militer yang kian pesat telah menyebabkan munculnya ancaman udara yang semakin kompleks. Kondisi tersebut kemudian mendorong TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk terus meningkatakan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), tidak terkecuali para personel radar, sebagai garda terdepan dalam sistem pertahanan udara.
TNI AL tengah mematangkan cetak biru pertempuran modern berbasis jaringan (network centric warfare) dengan mendesain pembangunan Pusat Perang Elektronika atau Electronic Warfare Center (EWC) untuk menyatukan seluruh sistem sensor, senjata, dan komunikasi militer ke dalam satu komando digital.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meminta pembangunan Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) harus dibarengi dengan pembinaan sumber daya manusia (SDM).