TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) sepakat untuk memperkuat interoperabilitas operasional serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono melantik 207 perwira lulusan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Angkatan ke-34 dalam Upacara Prasetya Perwira di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Solo, Jumat (22/5).
TNI AL mengambil langkah besar untuk membenahi internal mereka, dengan cara merombak cetak biru pendidikan para perwira demi menghapus sekat-sekat kelompok atau silo-fication yang selama ini memicu ego sektoral antar-korps.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan meningkatnya kompleksitas operasi udara telah menuntut TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk menyiapkan generasi penerus yang adaptif serta memiliki profesionalisme tinggi.
Indonesia dan Korea Selatan semakin memperkuat kemitraan strategis di bidang pertahanan, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, serta pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi ini dinilai mampu meningkatkan posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan RI dan TNI menyiapkan lembaga pendidikan untuk digunakan sebagai tempat latihan calon pengawak program strategis Presiden RI Prabowo Subianto, di antaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai keputusan TNI menyesuaikan status siaga dari level 1 menjadi level 3 sebagai langkah yang tepat dan proporsional.
Sebanyak 173 perwira remaja (Paja) memperkokoh kekuatan personel atau sumber daya manusia (SDM) TNI Angkatan Udara (TNI AU) setelah dilantik oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) yang digelar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (12/3).