Otoritas Iran kembali membantah bahwa pihaknya telah memasok rudal balistik ke Rusia, dengan alasan Iran secara moral wajib menghindari penjualan senjata agar tidak memperburuk konflik yang telah berlangsung selama dua tahun.
Ukraina terus mengalami kekurangan amunisi dan sistem pertahanan udara yang memberikan dampak buruk di medan tempur. Bahkan, kondisi itu akan memberi keuntungan signifikan bagi pasukan Rusia.
Iran dikabarkan telah memasok Rusia sekitar 400 rudal yang sebagian besarnya merupakan senjata balistik jarak pendek sejenis Fateh-110 dan Zolfaghar. Rudal ini mampu menyerang target pada jarak hingga 700 km.
Otoritas pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Rusia sudah menghabiskan sekitar $211 miliar untuk perlengkapan militer dan mengerahkan pasukannya dalam 'operasi khusus' di Ukraina.
Ukraina mengklaim berhasil melakukan serangan drone yang menenggelamkan kapal perang Rusia di lepas pantai Krimea pada beberapa waktu lalu. Serangan itu menunjukkan bahwa Ukraina terus mengandalkan drone untuk memukul mundur Rusia.
International Institute for Strategic Studies (IISS) mengatakan bahwa Rusia telah kehilangan lebih dari 3.000 tank selama bertempur dengan Ukraina. Kendati demikian, Rusia disebut memiliki cukup persediaan kendaraan lapis baja tua yang berkualitas rendah untuk menjadi pengganti selama beberapa tahun.
Sebuah analisis awal menyimpulkan bahwa Rusia telah menyerang Ibu Kota Kyiv, Ukraina dengan rudal hipersonik Zircon pada beberapa waktu lalu. Serangan itu menjadi yang pertama Rusia menggunakan rudal canggih tersebut dalam konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir dua tahun.
Rusia dan Ukraina telah melakukan pertukaran 100 tawanan perang yang telah berlangsung hampir dua tahun. Pertukaran itu disebut berhasil disepakati usai dimediasi oleh Uni Emirat Arab (UEA) pada beberapa waktu lalu.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya keras untuk membantu para tawanan konflik bersenjata Israel-Hamas yang memuncak sejak 7 Oktober tahun lalu.