Operasi yang terjadi di Papua adalah operasi melawan atau kon-tra insurgensi. TNI dikerahkan untuk mengatasi pemberontak, dalam hal ini Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menggunakan senjata dan ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kemampuan teritorial, tempur, dan intelijen, menjadi tiga hal utama yang perlu dimiliki komando operasi di Papua. Setidaknya itu yang menjadi keinginan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam arahannya saat upacara penghargaan kenaikan pangkat luar biasa terhadap 115 personel TNI dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi Habema di markas Koops Habema, kompleks Batalion Infanteri 754/Eme Neme Kangasi, Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, 2 Januari 2026.
Pasukan satuan tugas pengamanan perbatasan (satgas pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 2 Marinir menyisir kawasan hutan di Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Bersama warga Kampung Boutai Dagouto, prajurit Marinir memeriksa area rawan demi mencegah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (28/8).
TNI Angkatan Darat dari Kodam XXIV/Mandala Trikora (MT) mengambil langkah tegas untuk menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu persatuan bangsa.
Kebanggaan tengah menyelimuti satuan Brigade Infanteri (Brigif) 6/Tri Shakti Balajaya (TSB). Tiga prajuritnya sukses melaksanakan tugas operasi di Papua dan pulang kembali dengan selamat. Ketiganya disambut langsung Kasbrigif 6/TSB Letkol Inf Ardha Cairova mewakili Komandan Brigif 6/TSB, Kolonel Inf Fajar Akhirudin dengan tradisi khusus, sebuah upacara penyambutan purna tugas operasi.
Terkait program Swakelola Cetak Sawah Rakyat (CSR) TA 2026 di Papua. Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program bekerja maksimal, jujur dalam pelaporan, dan mempercepat pekerjaan sebelum kondisi cuaca berubah.
TNI melalui Komando Operasi (Koops) TNI Habema meresmikan Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai yang berlokasi di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Senin (17/8). Peresmian itu bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Prajurit TNI yang bertugas di Papua diminta hormati adat istiadat dan kearifan lokal di wilayah tugasnya. Hal ini dikatakan Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia saat memimpin Upacara Penerimaan dan Pelepasan Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Kodam XXIV/Mandala Trikora dari Yonif 123/Rajawali kepada Yonif 516/Caraka Yodha di Lapangan Makodam XXIV/Mandala Trikora beberapa waktu lalu.