
Menlu Korsel Buka Suara Soal Rencana Pengerahan Pasukan ke Hormuz
Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan (Korsel) Cho Hyun mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan untuk mengerahkan pasukan militer ke Selat Hormuz.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan (Korsel) Cho Hyun mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan untuk mengerahkan pasukan militer ke Selat Hormuz.

Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk mempererat komunikasi dan kerja sama dalam menghadapi ancaman nuklir Korea Utara (Korut) sekaligus memelihara perdamaian di Semenanjung Korea.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio dengan Penasihat Keamanan Nasional Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan berkoordinasi untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas konflik yang terus berkecamuk di kawasan. Pembicaraan ini berlangsung melalui sambungan telepon, Rabu (19/8).

Amerika Serikat (AS) menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia atas peringatan hari kemerdekaan yang ke-81, dan menegaskan kembali kemitraan jangka panjang antara kedua negara di berbagai bidang.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Marco Rubio memeringatkan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan mengendalikan Selat Hormuz dan merusak kebebasan navigasi.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan bahwa Iran memanfaatkan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar di tengah konflik yang terus berkecamuk.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi "nilai aliansi NATO". Hal itu diungkapkan sebagai bentuk kekecewaan karena aliansi itu enggan terlibat langsung dalam serangan ke Iran.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa Israel berencana untuk menyerang Iran. Sehingga, AS menyerang lebih dulu guna menekan kerugian dan jumlah korban jiwa.

Amerika Serikat (AS) resmi membentuk Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza sebagai bagian dari rencana berisi 20 poin untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan membangun armada generasi baru USS Defiant (BBG 1), sebuah kapal perang 'kelas Trump' pertama dalam sejarah.