Pengamat keamanan Korea Selatan (Korsel) menilai bahwa parade militer Korea Utara (Korut) yang menampilkan rudal balistik antarbenua serta senjata lainnya difokuskan untuk pamer kekuatan dan menegaskan kapabilitasnya mengembangkan senjata strategis. Dalam parade itu pula, perwakilan Cina dan Rusia turut bergabung dengan Presiden Korut Kim Jong Un.
Kapal selam bertenaga nuklir milik Amerika Serikat (AS) kembali berkunjung ke pelabuhan Korea Selatan (Korsel) pada beberapa waktu lalu. Kunjungan itu merupakan wujud kedua negara memperkuat kerja sama sekaligus menciptakan efek deterrence terhadap Korea Utara (Korut).
Korea Utara (Korut) kembali menembakkan beberapa rudal jelajah ke Laut Kuning. Peluncuran tersebut menjadi langkah konfrontatif lainnya usai kapal selam rudal balistik Amerika Serikat (AS) tiba di pelabuhan Korea Selatan (Korsel) minggu lalu.
Korea Utara (Korut) kembali menembakkan dua rudal balistik ke arah Laut Timur Rabu (19/7). Peluncuran tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah kapal selam rudal balistik Amerika Serikat (AS) tiba di pelabuhan Korea Selatan (Korsel) untuk pertama kalinya dalam empat dekade.
Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam peluncuran rudal balistik antarbenua Korea Utara (Korut). Peluncuran rudal itu disebut sebagai "ancaman mematikan" bagi perdamaian dan stabilitas keamanan di Semenanjung Korea.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali bersama Komandan Korps Marinir Korea Selatan Letnan Jenderal Kim Gye-hwan membahas peningkatan kerja sama pertahanan laut, Jakarta, Kamis (6/7).
Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa pasukan militernya telah berhasil meneliti puing-puing satelit pengintai Korea Utara (Korut) yang diambil dari dasar laut sedalam 75 meter di wilayah barat Semenanjung Korea. Korsel menyebut, satelit itu tidak memiliki perangkat yang mendukung untuk menjalankan misi pengintaian maupun intelijen dengan baik.
Bakamla RI dan Korea Coast Guard (KCG) sepakat meneruskan kerja sama pengamanan laut di kawasan. Pernyataan tersebut terungkap dalam pertemuan antar pucuk pimpinan, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia dan Commisioner General (KCG) Kim Jong Uk, Incheon, Korea Selatan, Senin (3/7).
Pemerintah Yoon Suk Yeol telah mempercepat upaya agar sistem anti rudal Amerika Serikat (AS) dapat ditempatkan di Korea Selatan (Korsel) secara permanen.
Indonesia melalui Bakamla RI terus memperkuat kerja sama bilateral dengan Korea Selatan. Hal tersebut dibuktikan dengan courtesy call antar keduanya yang digelar di Mabes Bakamla RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/6).