Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengkritik pertemuan Vladimir Putin dan Kim Jong Un, yang diduga membicarakan kemungkinan kerja sama jual beli alutsista. Menurut Yeol, kesepakatan itu akan menjadi "provokasi langsung" terhadap negaranya dan Ukraina.
Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) mengaku khawatir atas pertemuan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Rusia pada beberapa waktu lalu.
Korea Utara (Korut) meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur pada beberapa waktu lalu. Langkah itu dilakukan setelah AS mengerahkan pesawat pengebom B-1B untuk latihan udara gabungan bersama Korea Selatan (Korsel).
Sebuah pesawat pengebom strategis B-1B milik Amerika Serikat (AS) berpartisipasi dalam latihan udara gabungan yang tengah berlangsung dengan Korea Selatan (Korsel). Keterlibatan pesawat pengebom AS itu diumumkan setelah Korea Utara (Korut) gagal meluncurkan Cholllima-1, satelit militer yang akhirnya jatuh ke laut.
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyerukan agar Angkatan Laut negaranya terus meningkatkan kekuatan militer. Permintaan itu menyusul tindakan Amerika Serikat (AS) yang menurutnya telah mengubah perairan Semenanjung Korea menjadi “tidak stabil dengan bahaya perang nuklir".
Badan Kepolisian Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa kelompok peretas yang diduga dari Korea Utara (Korut) telah berupaya untuk mengganggu latihan militer gabungan sekutu. Kegiatan siber ilegal itu merupakan yang kesekian kalinya dilakukan oleh jaringan peretas Korut.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un melakukan inspeksi uji coba rudal jelajah di Pyongyang pada beberapa waktu lalu. Uji coba itu dilakukan sebagai unjuk kekuatan menjelang latihan militer gabungan yang dilakukan oleh Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS).
Amerika Serikat (AS) bersama Korea Selatan (Korsel) dan Jepang sepakat untuk memperkuat kerja sama militer usai melakukan pertemuan di Camp David, Maryland pada beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu pula, mereka mengecam tindakan "berbahaya dan agresif Cina" di Laut Cina Selatan.
Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) menyebut negara tetangganya siap untuk meluncurkan rudal balistik antarbenua atau mengambil tindakan militer lainnya sebagai bentuk protes atas pertemuan antara tiga negara yang akan digelar dalam waktu dekat.
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un telah memerintahkan industri militernya untuk menambah stok persenjataan dan memperkuat kesiapan perang, di tengah ketegangan yang kian sengit dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).