Jakarta, IDM – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un telah memerintahkan industri militernya untuk menambah stok persenjataan dan memperkuat kesiapan perang, di tengah ketegangan yang kian sengit dengan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).
Dilansir dari Kcna.kp, laman resmi media pemerintah Korut, Senin (7/8), pernyataan itu Kim ungkapkan saat melakukan inspeksi ke beberapa pabrik senjata yang memproduksi peluru artileri dan Transporter erector launcher yang digunakan untuk meluncurkan rudal balistik.
Baca Juga:ย Presiden Ukraina Klaim Patriot dan IRIS-T Efektif Menangkal Serangan Udara Rusia
Lebih lanjut, Kim ingin industri militernya mempercepat modernisasi rudal dan produksi sistem roket peluncuran ganda kaliber ukuran besar. Sebelumnya, Korut telah uji coba rudal balistik antar benua jenis baru yang berbahan bakar padat.
“Kim menekankan tanggung jawab dan tugas penting industri pertahanan dalam melengkapi persiapan perang tentara, yang melambangkan perkembangan dan modernitas industri pertahanan nasional kita dalam tugas jangka panjang,” lapor Kcna.
Baca Juga:ย Israel Akan Beli Puluhan Ribu Peluru Artileri 155 mm Senilai $60 juta
Inspeksi yang berlangsung pada pekan lalu itu dilakukan ketika AS dan Korsel bersiap untuk menggelar latihan militer gabungan. Selama beberapa bulan terakhir, Korut menganggap AS-Korsel telah melakukan latihan untuk invasi di Semenanjung Korea. Oleh sebab itu, Korut menunjukkan sikap ‘deterrence’ dengan berkali-kali meluncurkan rudal. (bp)