INTERNASIONAL

Korsel Percepat Penempatan Permanen Sistem THAAD Milik Amerika Serikat

Terminal High Altitude Area Defense
Terminal High Altitude Area Defense atau THAAD Milik Amerika Serikat. (Foto: Dok. Army.mil)

Jakarta, IDM - Pemerintah Yoon Suk Yeol telah mempercepat upaya agar sistem anti rudal Amerika Serikat (AS) dapat ditempatkan di Korea Selatan (Korsel) secara permanen.

Sejak 2017, masyarakat Korsel memprotes keputusan kerja sama pertahanan pemerintah yang menyetujui penempatan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik AS.

Kala itu, penduduk Seongju melakukan protes karena khawatir THAAD akan menyebarkan gelombang elektromagnetik yang merusak sistem organ manusia.

Baca Juga: Rusia Bentuk RUU Pengampunan Hukuman Bagi Narapidana yang Ikut Berperang

Setelah enam tahun berlalu, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Lingkungan Korsel kini dilaporkan telah menyelesaikan peninjauan terkait efek terhadap kesehatan yang dihasilkan dari THAAD.

Dilansir dari The Washington Journal, Kamis (22/6), dalam laporan itu disebutkan, gelombang elektromagnetik yang dihasilkan masih dibawah ambang batas dan tidak mempengaruhi kesehatan manusia secara signifikan.

"Resiko kesehatan yang ditimbulkan oleh gelombang elektromagnetik dari THAAD tidak signifikan, memungkinkan penggunaan sistem itu untuk dilanjutkan dan ditempatkan secara permanen mulai tahun depan," tulis laporan tersebut.

Baca Juga: Peretas Rusia Berupaya Sabotase Jaringan Industri Migas

Langkah Korsel ini dilakukan di tengah serangkaian uji coba senjata dan rudal balistik Korea Utara (Korut) yang memicu kecaman dari Cina dan Rusia. Mereka menilai penyebaran THAAD sebagai ancaman keamanan mengingat kemampuan radar sistem AS itu dapat menjangkau hingga ke kedua negara tersebut.

THAAD merupakan sistem pertahanan anti rudal yang dirancang untuk mencegat target pada jarak sejauh 200 km. Keunggulan dari sistem ini yaitu dilengkapi radar AN/TPY-2 yang dapat mendeteksi rudal balistik pada jarak hingga 1.000 km. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.