
Korut Klaim Berhasil Uji Coba Mesin untuk Rudal Hipersonik
Korea Utara (Korut) diklaim berhasil menguji coba mesin berbahan bakar padat untuk rudal hipersonik jarak menengah, yang diawasi langsung oleh Presiden Kim Jong Un.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Korea Utara (Korut) diklaim berhasil menguji coba mesin berbahan bakar padat untuk rudal hipersonik jarak menengah, yang diawasi langsung oleh Presiden Kim Jong Un.

Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un melakukan inspeksi langsung latihan live fire yang diklaim menggunakan peluncur roket ganda “super besar” berkemampuan nuklir.

Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un meninjau langsung demonstrasi militer sekaligus menaiki salah satu tank tempur yang diklaim jenis baru dan berhasil di uji coba kekuatan serangannya pada beberapa waktu lalu.

Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un meninjau langsung latihan live-fire Angkatan Bersenjata di dekat perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel) pada beberapa waktu lalu.

Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memerintahkan pasukannya untuk meningkatkan kesiapan perang di tengah dinamika keamanan saat ini, yang diungkapkan ketika menginspeksi markas Angkatan Bersenjata Korut.

Seorang pakar yang berbasis di Belanda menganalisis bahwa satelit pengintai Korea Utara (Korut) aktif mengorbit walaupun kemampuannya masih belum banyak diketahui.

Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil uji coba rudal permukaan-ke-laut tipe baru yang diberi nama 'Padasuri-6' pada beberapa waktu lalu. Presiden Kim Jong Un mengawasi langsung peluncuran rudal itu dan memerintahkan postur pertahanan yang lebih ketat di perbatasan maritim.

Korea Utara (Korut) melakukan uji coba rudal baru berjenis submarine-launched cruise missile yang bertujuan untuk memperkuat angkatan laut.

Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyerukan peningkatan produksi peluncur rudal sebagai persiapan dari apa yang disebutnya sebagai "pertarungan militer dengan musuh".

Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memerintahkan pasukan militer dan industri pertahanan untuk memperkuat persiapan perang, dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai tindakan konfrontatif yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Amerika Serikat (AS).