INTERNASIONAL

Pakar Sebut Satelit Pengintai Korut Aktif Bermanuver

Presiden Korut Kim Jong Un
Presiden Korut Kim Jong Un saat melihat langsung peluncuran satelit pengintai militer pada November tahun lalu. (Foto: Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM - Seorang pakar yang berbasis di Belanda menganalisis bahwa satelit pengintai Korea Utara (Korut) aktif mengorbit walaupun kemampuannya masih belum banyak diketahui.

Setelah dua kali gagal, Pemerintahan Kim Jong Un berhasil meluncurkan satelit Malligyong-1 di orbit pada bulan November tahun lalu. Bahkan, media pemerintah Korut mengklaim satelit itu sukses memotret beberapa tempat strategis di negara lain, salah satunya Gedung Putih, Pentagon dan kapal induk AS di pangkalan angkatan laut Norfolk.

Baca Juga: Hindari Wajib Militer, Ratusan Warga Myanmar Ingin Pindah Negara

"Sekarang kami dapat dengan pasti mengatakan bahwa satelit (Korut) tersebut aktif,” kata Marco Langbroek, pakar satelit di Universitas Teknologi Delft melansir Reuters, Rabu (28/2).

Langbroek menjelaskan, analisis itu didasarkan atas laporan data dari Combined Space Operations Center. Dalam periode tanggal 19-24 Februari, satelit itu disebut melakukan manuver untuk menaikkan titik terendah dalam orbitnya, dari 488 km menjadi 497 km.

“Manuver tersebut membuktikan bahwa Malligyong-1 tidak mati, dan Korut memiliki kendali atas satelit tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Presiden Putin Berjanji akan Tingkatkan Kemampuan Tempur Pasukan Operasi Khusus

“Meskipun saat ini kami tidak dapat memastikan apakah satelit tersebut berhasil mengambil citra, setidaknya satelit itu melakukan manuver orbital, sehingga dalam hal ini satelit itu memang berfungsi,” jelasnya.

Senada, Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan pihaknya juga telah menganalisis keberadaan satelit itu di orbit. Namun, Menhan Shin Won-sik mengungkapkan satelit itu tidak menunjukkan tanda-tanda berhasil melakukan pengintaian. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.