Korea Utara (Korut) meluncurkan dua rudal balistik ke arah Laut Timur. Peluncuran ini dilakukan ketika Presiden Kim Jong Un berada di Rusia untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin.
Presiden Korut Kim Jong Un bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kosmodrom, sebuah lokasi peluncuran roket luar angkasa paling modern di Vostochny, Rusia. Pertemuan itu merupakan wujud kerja sama pertahanan yang dipererat antara kedua negara.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un telah meninggalkan Pyongyang untuk menuju Rusia dengan kereta pribadinya pada beberapa waktu lalu. Keberangkatannya telah diprediksi otoritas Amerika Serikat (AS), yang diduga bertujuan untuk membahas penjualan senjata ke Rusia.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memperingati HUT ke-75 negaranya dengan menggelar parade militer dan pertukaran diplomatik pada beberapa waktu lalu. Ia pun berjanji untuk mempererat hubungan bilateral dengan Cina dan Rusia.
Korea Utara (Korut) meresmikan 'kapal selam tempur nuklir taktis' pertamanya untuk ditugaskan berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang. Peresmian itu disebut sebagai bukti kekuatan Angkatan Laut Korut yang semakin berkembang.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan berencana berkunjung ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di bulan ini. Pertemuan itu bertujuan untuk membahas kemungkinan pasokan senjata dari Korut ke Rusia.
Korea Utara (Korut) menggelar latihan simulasi “serangan nuklir taktis" yang melibatkan dua rudal penjelajah jarak jauh pada beberapa waktu lalu. Latihan itu disebut untuk "memperingatkan musuh" akan kesiapan perang nuklir Korut.
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyerukan agar Angkatan Laut negaranya terus meningkatkan kekuatan militer. Permintaan itu menyusul tindakan Amerika Serikat (AS) yang menurutnya telah mengubah perairan Semenanjung Korea menjadi “tidak stabil dengan bahaya perang nuklir".
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un melakukan inspeksi uji coba rudal jelajah di Pyongyang pada beberapa waktu lalu. Uji coba itu dilakukan sebagai unjuk kekuatan menjelang latihan militer gabungan yang dilakukan oleh Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS).
Korea Utara (Korut) mengklaim bahwa tentara Amerika Serikat (AS) yang ditahan akibat melanggar batas teritorial itu memang sengaja melakukan tindakannya untuk mencari perlindungan dan melarikan diri dari "tindakan rasisme" selama bertugas.