Jakarta, IDM – Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un membahas pentingnya kerja sama militer dengan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexei Krivoruchko di Pyongyang pada beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan di tengah semakin eratnya hubungan militer antar kedua negara.…
Korea Utara (Korut) mengecam deklarasi yang dikeluarkan oleh NATO dan memperingatkan pihaknya akan melakukan 'penaggulangan strategis' terhadap tuduhan aliansi itu terhadap Pemerintahan Kim Jong Un.
Rusia dan Korea Utara (Korut) baru-baru ini memperkuat kerja sama termasuk di bidang pertahanan melalui kesepakatan yang ditandatangani antar kedua pemimpin negara tersebut di Pyongyang.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menandatangani 'Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif' di Pyongyang pada Rabu (19/6).
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menekankan pentingnya sistem pengintaian luar angkasa untuk pertahanan nasional dan akan terus mengembangkan kemampuan tersebut.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un meninjau sistem rudal taktis baru dan menyerukan “perubahan penting” dalam persiapan perang dengan mewujudkan rencana produksi alutsista.
Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengerahkan sistem peluncur roket ganda 240mm baru di tahun ini, yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan tempur artileri negara tersebut.
Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba senjata baru buatan lokal dalam upaya meningkatkan pertahanan. Kali ini, Korut menguji peluncur roket ganda berukuran 240 milimeter, yang juga diawasi langsung oleh Presiden Kim Jong Un.
Korea Utara (Korut) mengklaim pihaknya berhasil melakukan uji coba rudal hipersonik jarak menengah tipe baru berbahan bakar padat pada beberapa waktu lalu. Rudal tersebut kemudian diberi nama 'Hwasongpho-16 Na'.
Korea Utara (Korut) pastikan akan meluncurkan beberapa satelit pengintai militer pada tahun ini, setelah berhasil mengorbitkan satelit pertamanya pada bulan November tahun lalu.