Amerika Serikat (AS) menyerukan agar Korea Utara (Korut) berhenti mengerahkan pasukan bersenjata untuk membantu Rusia bertempur melawan Ukraina. Hal itu diungkapkan usai militer Korut mengakui bahwa pihaknya telah mengirim pasukan ke Kursk.
Korea Utara (Korut) mengakui bahwa mereka telah mengerahkan pasukan bersenjata untuk bertempur bersama Rusia melawan Ukraina. Hal itu disebut dilakukan atas perintah dari Presiden Kim Jong Un guna membantu merebut kembali kendali atas wilayah Rusia yang diduduki oleh Ukraina.
Korea Utara (Korut) meluncurkan kapal perusak baru seberat 5.000 ton di sebuah galangan kapal di Kota Nampho, pada beberapa waktu lalu. Kapal yang diklaim produksi lokal itu dirancang untuk meningkatkan kekuatan maritim.
Korea Utara (Korut) mengklaim telah berhasil menguji coba drone bunuh diri atau drone kamikaze yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sebagai bagian dari pengembangan senjata modern.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menegaskan kembali komitmen dukungan terhadap Rusia dalam mempertahankan diri melawan Ukraina. Hal itu ia ungkapkan saat bertemu Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu di Pyongyang pada beberapa waktu lalu.
Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil uji coba rudal anti-pesawat terbaru pada Kamis (20/3), yang diproduksi dalam negeri secara massal sesuai perintah Presiden Kim Jong Un.
Korea Utara menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan dan memperkuat angkatan bersenjata nuklir usai negara-negara anggota G7 menuntut diakhirinya program senjata nuklir tersebut.
Kim Yo Jong, petinggi Korea Utara (Korut) sekaligus adik Presiden Kim Jong Un, mengkritik pemerintahan Amerika Serikat (AS) karena terus melakukan provokasi dengan mengirim kapal induk USS Carl Vinson ke Semenanjung Korea pada beberapa waktu lalu.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengawasi uji coba rudal jelajah strategis dan memerintahkan militernya untuk siap tempur menggunakan kekuatan nuklir.