Panglima militer Israel mengatakan bahwa serangan udara Israel yang menewaskan tujuh staf kemanusiaan dari World Central Kitchen (WCK) di Jalur Gaza sebagai akibat dari 'kesalahan identifikasi' (misidentification) dalam situasi yang kompleks.
Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengecam Israel yang tidak mempermudah akses bantuan khususnya makanan bagi masyarakat di Jalur Gaza. Ia menilai tindakan itu berarti Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.
Staf medis Palestina di Gaza dilaporkan telah ditahan, ditelanjangi, dan dipukuli berulang kali oleh tentara Israel (Israel Defense Forces/IDF) usai rumah sakit tempat mereka bertugas digeledah pada bulan lalu.
Afrika Selatan telah meminta Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) untuk memerintahkan tindakan tambahan terhadap Israel karena dinilai tidak dapat memastikan tersalurnya distribusi makanan untuk warga di Gaza.
Pasukan Israel dilaporkan telah melepas tembakan ke arah kerumunan warga Palestina yang berupaya untuk mendapat makanan dari truk yang membawa bantuan logistik di Kota Gaza pada beberapa waktu lalu.
Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) mengatakan bahwa Israel telah gagal memenuhi perintah untuk memastikan bantuan kemanusiaan tersalur dengan aman ke warga Palestina di Gaza.
Juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh mendesak negara-negara Timur Tengah, khususnya negara Islam untuk menekan Israel dan menghentikan pendudukan yang merenggut hak merdeka warga sipil Palestina.
Qatar mengecam adanya “standar ganda”, yaitu ketika hukum internasional berlaku bagi beberapa negara, namun tidak bagi negara lain, dalam sidang Mahkamah Internasional mengenai pendudukan Israel di wilayah Palestina.
Mesir dilaporkan sedang mempersiapkan sebuah kawasan yang berbatasan dengan Gaza untuk menampung warga Palestina. Langkah itu disebut merupakan respons darurat jika serangan Israel ke Rafah memicu eksodus melintasi perbatasan.
Australia, Kanada dan Selandia Baru menyerukan gencatan senjata kemanusiaan secepatnya, usai Israel mengumumkan rencana operasi militer tambahan di Rafah, wilayah Gaza bagian selatan.