
Balas Iran, Israel Luncurkan Serangan Rudal
Israel dilaporkan telah meluncurkan rudal terhadap Iran. Serangan ini merupakan balasan usai Iran menembakkan sekitar 300 rudal dan drone pada beberapa waktu lalu.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Israel dilaporkan telah meluncurkan rudal terhadap Iran. Serangan ini merupakan balasan usai Iran menembakkan sekitar 300 rudal dan drone pada beberapa waktu lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negara-negara Barat telah menerapkan standar ganda karena menentang Iran atas serangan terhadap Israel, namun tidak mengutuk Israel yang menargetkan konsulat Iran di ibu kota Suriah.

Pemerintah Israel menunda rencana invasi darat ke Kota Rafah, di selatan Jalur Gaza, usai diserang oleh Iran menggunakan ratusan drone dan rudal pada beberapa waktu lalu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden disebut telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahwa AS tidak akan mengambil bagian dalam serangan balasan terhadap Iran.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa wilayah Timur Tengah berada di ambang kehancuran, usai Iran meluncurkan serangan udara ke Israel.

Pemerintah Iran, melalui Kementerian Luar Negerinya, merilis pernyataan resmi pasca militer mereka melancarkan serangan ke Israel pada Minggu (14/4).

Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengenai kontra-terorisme dan hak asasi manusia, Ben Saul mengatakan bahwa Israel jelas-jelas sudah menolak melaksanakan kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional.

Perundingan mengenai gencatan senjata antara Israel dan Hamas tampaknya hanya menghasilkan sedikit kemajuan. Kedua belah pihak tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka siap untuk berkompromi.

Pendiri World Central Kitchen (WCK) Jose Andres mengatakan bahwa tujuh stafnya tewas ketika menyalurkan bantuan makanan di Gaza, karena diserang Israel secara sistematis.

Pemerintah Inggris didesak untuk menghentikan penjualan senjata ke Israel karena dianggap berisiko melanggar hukum internasional.