
Biden Ancam akan Berhenti Pasok Senjata ke Israel
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara terbuka memperingatkan Israel bahwa pihaknya akan menunda pengiriman senjata jika Pemerintah Netanyahu tetap invasi ke Rafah, Gaza bagian selatan.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara terbuka memperingatkan Israel bahwa pihaknya akan menunda pengiriman senjata jika Pemerintah Netanyahu tetap invasi ke Rafah, Gaza bagian selatan.

Amerika Serikat (AS) menunda pengiriman senjata tertentu buatan Boeing ke Israel di tengah meningkatnya ketegangan di Jalur Gaza. Hal itu dilakukan sebagai bentuk 'pesan politik' posisi AS terhadap konflik yang terus berlanjut.

Militer Israel dilaporkan telah mengambil alih dan menutup akses penyebrangan darat Rafah dari Gaza. Mereka mengerahkan sejumlah tank seraya mulai mengevakuasi warga Palestina ke Wilayah Khan Younis dan Al Mawasi.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam rencana Israel untuk melakukan operasi militer skala besar di Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.

Israel mengatakan bahwa pihaknya mulai memerintahkan warga Palestina yang tinggal di Rafah bagian timur untuk mengungsi. Mereka akan diarahkan untuk pergi ke kamp-kamp pengungsian di dekat Khan Younis dan Al Muwassi.

Kelompok militan Houthi yang bermarkas di Yaman mengatakan bahwa pihaknya akan menargetkan kapal-kapal yang menuju pelabuhan Israel di wilayah mana pun yang berada dalam jangkauan mereka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pasukannya akan menyerang Rafah "dengan atau tanpa kesepakatan" untuk mencapai kemenangan total dalam perang yang berlangsung hampir tujuh bulan tersebut.

Iran dan Pakistan meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mengambil tindakan terhadap Israel karena telah “secara ilegal” menargetkan negara-negara tetangga dan fasilitas diplomatik asing.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memuji angkatan bersenjata negaranya atas keberhasilan dalam meluncurkan serangan udara ke Israel pada pekan lalu.

Iran buka suara terkait ledakan yang bergema di beberapa kotanya, yang digambarkan oleh media sebagai serangan Israel. Ledakan itu disebut belum dapat dikonfirmasi berasal dari pihak asing, yang mengindikasikan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan pembalasan.