PBB Kecam Rencana Serangan Darat Israel ke Rafah

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam rencana Israel untuk melakukan operasi militer skala besar di Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.
“Invasi darat di Rafah tidak dapat ditoleransi karena dampak kemanusiaannya yang sangat buruk dan dampaknya yang mengganggu stabilitas di wilayah tersebut," kata Guterres melansir Un.org, Selasa (7/5).
Sebelumnya, beberapa laman berita mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Hamas, Ismail Haniyeh, telah menerima persyaratan gencatan senjata Israel dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Qatar dan otoritas Mesir selaku mediator.
Baca Juga: Usai Luncurkan Serangan Udara, Israel Klaim Mulai Evakuasi Warga Palestina dari Rafah
Namun, tindakan Israel tidak menunjukkan bahwa tuntutan mereka dipenuhi untuk mengakhiri perang dan akan tetap memperluas serangan ke Rafah. Guterres pun menyebut Israel sudah mulai mengevakuasi warga Palestina di wilayah itu menuju Al Mawasi dan Khan Younis.
“Kami sudah melihat pergerakan massa. Banyak dari mereka berada dalam kondisi yang menyedihkan dan telah berulang kali mengungsi. Mereka mencari keselamatan yang berkali-kali ditolak,” ujarnya.
Baca Juga: Terkait Insiden dengan Cina, Presiden Filipina Sebut akan Upayakan Jalur Diplomatik
Sementara, Badan PBB untuk pengungsi Palestina atau UNRWA menyebut rencana Israel mengevakuasi warga dari Rafah sebagai sebuah paksaan dan tidak ada satu pun tempat yang aman bagi warga Palestina.
“Di Al Mawasi, terdapat kekurangan infrastruktur yang memadai, termasuk ketersediaan air, dan tidak layak untuk mendukung puluhan ribu pengungsi di sana,” kata juru bicara UNRWA Louise Wateridge. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































