Jumat, 4 April 2025

Iran Buka Suara Terkait Isu Serangan Balik Israel

Jakarta, IDM – Iran buka suara terkait ledakan yang bergema di beberapa kotanya, yang digambarkan oleh media sebagai serangan Israel. Ledakan itu disebut belum dapat dikonfirmasi berasal dari pihak asing, yang mengindikasikan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan pembalasan.

Dilansir dari Reuters, Jumat (19/4), Otoritas senior Iran menyebut sejumlah ledakan itu diakibatkan oleh pertahanan udara Iran yang menghantam tiga drone di atas kota Isfahan. Khususnya, mereka menyebut insiden itu sebagai serangan yang dilakukan oleh “penyusup”, dan bukan oleh Israel, sehingga tidak perlu adanya pembalasan.

Baca Juga:ย Balas Iran, Israel Luncurkan Serangan Rudal

“Sumber asing dalam insiden ini belum dapat dikonfirmasi. Kami belum menerima serangan dari luar, dan diskusi lebih mengarah pada infiltrasi dibandingkan serangan,” kata otoritas Iran yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Jonathan Lord, kepala program keamanan Timur Tengah di Center for a New American Security, sebuah think tank Amerika Serikat (AS), menilai tanggapan itu โ€œtampaknya menunjukkan bahwa Iran berusaha untuk mundur, meminimalkan dampak serangan itu, dan mungkin berjalan kembali menuruni tangga eskalasi dari sini.”

Baca Juga:ย Resolusi Diveto AS, Palestina Tidak Bisa Jadi Anggota Penuh PBB

Sementara, Israel hingga saat ini tidak mengatakan apa pun tentang kejadian tersebut. Meskipun, mereka mengaku akan melakukan yang hal yang diperlukan untuk menjaga kedaulatannya, termasuk membalas serangan Iran. (bp)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer