AS Tunda Pengiriman Senjata ke Israel

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) menunda pengiriman senjata tertentu buatan Boeing ke Israel di tengah meningkatnya ketegangan di Jalur Gaza. Hal itu dilakukan sebagai bentuk 'pesan politik' posisi AS terhadap konflik yang terus berlanjut.
Baca Juga: Israel Tutup dan Ambil Alih Pintu Penyebrangan Rafah dari Gaza
Dilansir dari Reuters, Rabu (8/5), informasi tersebut dikonfirmasi oleh empat otoritas AS yang tidak disebutkan namanya. Mereka menyebut bahwa pengiriman senjata itu sudah ditunda selama dua minggu.
Senjata tersebut terdiri dari Joint Direct Attack Munitions buatan Boeing serta bom diameter kecil. Tindakan ini dilakukan ketika Pemerintah Joe Biden secara terbuka menekan Israel untuk menunda rencana serangannya ke Rafah untuk mencegah jatuhnya korban sipil.
Baca Juga: Australia Kecam Cina yang Tembak Suar ke Arah Helikopter MH60R Seahawk
Sementara, seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya, menolak mengkonfirmasi adanya penangguhan pasokan senjata secara spesifik tetapi bersitegang akan terus memperkuat pertahanan militer. “Seperti yang telah dikatakan oleh perdana menteri, jika kita harus berperang dengan sekuat tenaga, maka kita akan melakukan apa yang harus kita lakukan," katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































