Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan bahwa puing-puing bangunan yang hancur akibat perang di Gaza diperkirakan mencapai 40 juta ton dan butuh setidaknya 15 tahun untuk membersikan seluruh kerusakan tersebut.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam serangan udara Israel di daerah Al-Mawasi di Khan Younis, Jalur Gaza, yang ditetapkan sebagai “zona kemanusiaan” bagi pengungsi Palestina.
Serangan terbaru Israel di Jalur Gaza disebut Hamas telah menghambat perundingan gencatan senjata yang telah berlangsung cukup lama demi mencapai perdamaian.
Amerika Serikat (AS) telah mengirimkan lebih dari 10.000 bom seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) ke Israel dan ribuan rudal Hellfire sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober tahun lalu.
Armenia telah secara resmi mengakui negara Palestina. Hal ini menjadikannya sebagai negara terbaru yang mengakui keberadaan dan hak-hak Palestina di tengah perang antara Israel-Hamas.
Kepala HAM PBB Volker Turk meyakini bahwa Israel telah menjatuhkan serangkaian bom dengan berat lebih dari 910 kg ke wilayah pemukiman Gaza selama Oktober hingga Desember tahun lalu.
Hamas mengatakan pihaknya telah menanggapi rencana gencatan senjata di Gaza yang diuraikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Namun, mereka menegaskan kembali kepada para mediator agar Israel berkomitmen terhadap rencana tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Israel dan Hamas untuk segera mencapai kesepakatan mengenai rencana gencatan senjata yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.
Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memasukkan Israel ke dalam 'daftar hitam' (blacklist) negara-negara yang telah melakukan kekerasan terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata. Keputusan itu pun dikecam keras oleh Israel.
Hamas menegaskan pihaknya tidak akan menyetujui kesepakatan apapun kecuali Israel berkomitmen secara gamblang terhadap gencatan senjata permanen dan penarikan penuh dari pendudukan di Jalur Gaza.