Militer AS mengatakan pada pihaknya telah melakukan serangan terhadap lokasi rudal Iran di dekat Selat Hormuz. Hal itu diklaim karena rudal Iran mengancam keamanan bagi pelayaran internasional melalui selat tersebut.
Amnesty Internasional menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah dasar di Iran yang menewaskan sekitar 170 orang, sebagian besar anak-anak.
Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, menyerukan pembentukan blok keamanan mandiri yang melibatkan enam negara Teluk (GCC), Irak, dan Iran. Langkah berani ini bertujuan untuk mendepak pengaruh kekuatan asing, terutama Amerika Serikat (AS), yang selama lima dekade terakhir dianggap gagal menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) telah menolak seruan untuk mengerahkan pasukan militer ke Selat Hormuz dan menekankan mereka tidak terlibat dalam konflik yang terus berkecamuk dengan Iran.
Denmark mengambil sikap yang cukup mengejutkan di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Meski tidak mendukung keputusan Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk berperang dengan Iran, Denmark justru memberi sinyal ingin tetap membantu mengamankan Selat Hormuz.
Iran menekankan bahwa Selat Hormuz ditutup bagi pihak yang mereka anggap musuh. Iran juga siap untuk terus meluncurkan serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat (AS) sepanjang yang dibutuhkan.
Iran mengamankan sekitar 500 orang yang diduga melakukan spionase dan berbagi informasi dengan pihak asing di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong ASEAN untuk meningkatkan koordinasi dan ketahanan bersama guna menghadapi dinamika geopolitik yang tidak pasti, khususnya di tengah konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Suasana sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendadak tegang. Amerika Serikat (AS) melontarkan kritik pedas kepada Rusia dan Cina. Washington menuduh kedua negara tersebut sengaja pasang badan untuk melindungi Iran dari sanksi internasional.
Pemerintah Indonesia kembali memfasilitasi evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran, di tengah konflik yang terus berkecamuk di negara tersebut.