Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menyerukan persatuan nasional dan mengatakan bahwa Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh. Ia juga memberi peringatan tegas, yang ditujukan kepada Amerika Serikat (AS) serta Israel.
Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi warga negara di luar negeri dengan mengevakuasi 22 Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah terdampak konflik di Iran.
Perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, kembali mengevakuasi 150 teknisi yang bertugas di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran. Hal ini dilakukan di tengah konflik yang terus berkecamuk antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Korea Utara (Korut) mendukung pilihan Iran atas pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei. Ia ditunjuk untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas selama serangan AS-Israel di Teheran.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memfasilitasi evakuasi bertahap 32 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran. Hal ini dilakukan di tengah kekhawatiran atas meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Iran telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Ia menggantikan posisi ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Teheran pada akhir bulan lalu.
Amerika Serikat dibayangi penyusutan stok senjata dan ketidakpastian pergantian rezim Iran setelah Negeri Paman Sam memutuskan menyerang Iran pada 28 Februari lalu. Peringatan itu setidaknya yang disampaikan intelijen dan senator AS.
Pesiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menutup pintu damai rapat-rapat bagi Iran. Di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menegaskan tidak punya niat sedikit pun untuk bernegosiasi dengan Teheran dan ingin menghabisi militer serta pemimpin negara itu sampai akar-akarnya.
Amerika Serikat (AS) benar-benar tancap gas mempertebal kekuatan militer di Timur Tengah. Pentagon kini mulai mengerahkan kapal induk ketiganya, USS George H.W. Bush, untuk memperkuat gempuran terhadap Iran seiring perang yang hampir memasuki pekan kedua.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Dewan Sementara Iran telah memutuskan untuk berhenti meluncurkan serangan rudal ke negara-negara tetangga kecuali serangan tersebut berasal dari wilayah mereka.