
AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Targetkan Kapal Komersial
Komando Pusat AS (US CENTCOM) mengungkapkan bahwa pihaknya telah menembak jatuh beberapa drone Iran, yang berupaya menyerang kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Komando Pusat AS (US CENTCOM) mengungkapkan bahwa pihaknya telah menembak jatuh beberapa drone Iran, yang berupaya menyerang kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz.

Sinyal berakhirnya ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran kini menggelinding kencang. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, melempar kode keras, kesepakatan permanen untuk menyudahi konflik segitiga tersebut sudah di depan mata.

Badan pengawas nuklir PBB atau IAEA mengesahkan resolusi yang mewajibkan Iran untuk melaporkan jumlah uranium yang diperkaya dan mengizinkan IAEA untuk memverifikasinya.

Sebuah helikopter tempur jenis Apache milik militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan jatuh di kawasan Selat Hormuz. Beruntung, dua awak udara yang mengoperasikan helikopter penyerang tersebut berhasil diselamatkan setelah sempat terombang-ambing di dekat jalur perairan konflik yang dikendalikan ketat oleh Iran.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali berkecamuk setelah keduanya saling meluncurkan serangan pada Kamis (28/5).

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi memperingatkan bahwa setiap serangan AS dan Israel terhadap Iran akan disambut dengan pembalasan yang lebih kuat.

Amerika Serikat (AS) melakukan serangan baru di Iran Selatan, menargetkan rudal dan kapal-kapal Teheran yang berupaya menyebar ranjau. Hal ini dilakukan di tengah perundingan damai.

Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menerima "tuntutan berlebihan" dari Amerika Serikat (AS) di tengah proses perundingan damai yang dimediasi Pakistan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa mereka tidak mencari konsesi dari Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan, Teheran ingin hak-haknya dipulihkan dan sanksi dicabut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menghambat proses diplomasi karena tindakannya yang 'kontradiktif'.