Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, yang memimpin tim negosiasi Iran, memberikan penjelasan terkait kronologi dan alasan mereka berbondong-bondong meninggalkan tempat perundingan dengan Amerika Serikat (AS) pada Minggu lalu.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa keberhasilan perundingan dengan Amerika Serikat (AS) bergantung pada komitmen implementasi kesepakatan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa pihaknya maupun Amerika Serikat (AS) telah menyampaikan pandangan mengenai isu nuklir saat pertemuan di Burgenstock, Swiss, yang berakhir pada Senin (22/6).
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Memorandum of Understanding (MOU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran guna mengakhiri konflik telah ditandatangani secara elektronik.
TNI Angkatan Darat menggelar diskusi strategis bertajuk "Pelibatan Kecabangan dalam Perang Modern" di Makodiklatad, Bandung, Jawa Barat. Forum akademik ini membedah studi kasus konflik Rusia-Ukraina serta dinamika Israel-Iran sebagai bahan evaluasi dalam pengembangan doktrin, pendidikan, dan kesiapan operasional TNI AD.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepakatan yang akan ditandatangani antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait kesepakatan damai dapat menekan ketegangan di kawasan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa berakhirnya perang di semua front, termasuk menghentikan serangan Israel di Lebanon, adalah "prasyarat" dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS).
Kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik bersenjata sekaligus mengakhiri blokade militer di Selat Hormuz dinilai menjadi momentum penting bagi terciptanya stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.
Iran meminta agar serangan militer Israel terhadap Lebanon dihentikan. Permintaan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berkomunikasi dengan Menlu Irak Fuad Hussein, Menlu Mesir Badr Abdelatty, dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.