Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah Steve Witkoff menyatakan bahwa tahap kedua gencatan senjata di Gaza telah dimulai, yang fokus pada demiliterisasi, pembentukan pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan risiko yang ditimbulkan akibat aturan Israel yang membatalkan izin UNRWA dan badan kemanusiaan lainnya untuk beroperasi di Jalur Gaza serta Tepi Barat yang diduduki.
Indonesia bersama tujuh negara lainnya yakni Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Mesir menyerukan agar Israel memastikan akses tanpa batas bagi badan kemanusiaan internasional yang beroperasi di Gaza maupun Tepi Barat.
Amerika Serikat (AS), Qatar, Mesir, dan Turki mendesak semua pihak yang terlibat dalam gencatan senjata Gaza untuk menepati komitmen dan menahan diri dari eskalasi lebih lanjut.
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI melepas keberangkatan Satuan Tugas Tenaga Kesehatan (Satgas Nakes) TNI Gelombang V untuk warga di Jalur Gaza, Palestina. Upacara pelepasan dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto di Ruang Palapa Kemhan RI, Jakarta Pusat, Senin (15/12).
Hamas mengatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan Israel berisiko mengancam gencatan senjata di Gaza maupun kelanjutan menuju fase kedua kesepakatan damai tersebut.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa anggota "Board of Peace" atau Dewan Perdamaian untuk Gaza akan diumumkan pada awal tahun 2026. Mereka akan terdiri dari para pemimpin global.
Di tengah berlakunya gencatan senjata, kekurangan gizi terus merenggut nyawa anak-anak di Gaza. Badan perlindungan anak PBB, UNICEF, melaporkan bahwa lebih dari 9.000 anak dirawat di rumah sakit karena kekurangan gizi akut pada bulan Oktober.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menegaskan setiap rencana keterlibatan Indonesia dalam konflik Gaza, termasuk rencana pengiriman 20.000 personel TNI harus ditempatkan secara tegas dalam kerangka misi perdamaian.