Serangan Israel di Gaza yang terus berlangsung hingga kini telah menewaskan lebih dari 45.000 orang. Di tengah agresi yang tiada henti tersebut, sekitar sembilan negara telah secara resmi mengakui Negara Palestina sepanjang 2024.
Badan bantuan kemanusiaan PBB atau OCHA mengatakan bahwa akibat perang yang tiada henti sejak tahun lalu, Gaza menjadi wilayah "paling berbahaya di bumi saat ini."
Israel kembali melakukan serangan udara dan darat di Gaza yang menewaskan sedikitnya 50 warga Palestina termasuk seorang jurnalis dan staff penyelamat.
Pemerintah Indonesia diwakili Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali mengirimkan 25 Tenaga Kesehatan (Nakes) dari unsur TNI untuk misi kemanusiaan ke Gaza. Pengiriman ini adalah gelombang kedua, sesudah sebelumnya di masa jabatan Menhan Prabowo Subianto juga dilakukan pengiriman.
Majelis Umum PBB (UN General Assembly/UNGA) menuntut gencatan senjata segera di Gaza usai 158 suara dari 193 anggota menyetujui resolusi untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah dapat membuka potensi kesepakatan pertukaran sandera di Jalur Gaza.
Wakil utusan PBB untuk Palestina Majed Bamya mengatakan bahwa dunia harus melihat secara jelas adanya "upaya pemusnahan suatu bangsa", selama serangan Israel di Gaza.
Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) yang menuntut gencatan senjata “segera, tanpa syarat dan permanen” di Jalur Gaza.