Cina memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Filipina yang menggelar latihan militer bersama di sekitar Kawasan Laut Cina Selatan. Disebutkan bahwa aliansi pertahanan kedua negara tersebut tidak boleh membahayakan keamanan territorial Cina yang akan memicu konflik di kawasan.
Cina memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengancam perdamaian regional dalam kesepakatan terkait memperluas akses pasukan ke pangkalan militer di Filipina. Kesepakatan tersebut akan membuat AS beroperasi dan berpatroli di pulau dekat Laut Cina Selatan.
Amerika Serikat (AS) semakin memperkuat hubungan bilateral khususnya di bidang pertahanan dengan Filipina sejak Ferdinand Marcos Jr. menjadi presiden. Hal ini ditunjukkan dengan dikerahkannya dua jet tempur siluman Angkatan Udara AS (USAF), F-22 Raptor, untuk pertama kali ke Filipina.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. telah mengadopsi pendekatan kebijakan luar negri berupa mencari aliansi dan memulihkan hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat (AS) karena adanya ketegangan yang meningkat dengan Cina. Selain memulai kembali patroli bersama, Filipina memberikan akses kepada AS untuk menghidupkan kembali industri pertahanannya di bekas pangkalan Angkatan Laut di Teluk Subic.
Cina dan Filipina sepakat untuk membentuk saluran komunikasi langsung antar Kementrian Luar Negeri untuk mengatasi perselisihan secara damai terkait Laut Cina Selatan. Kesepakatan ini diraih saat Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. berkunjung menemui Presiden Cina Xi Jinping di Beijing pada Rabu, (4/1).
Filipina dan Cina akan menjalin komunikasi langsung antara kementrian luar negeri dalam membahas wilayah yang memiliki klaim tumpang tindih. Hasil dari kesepakatan nanti diharapkan dapat menghindari konflik yang tidak diinginkan.
TNI AL menutup secara resmi Coordinated Patrol (Corpat) Philippines-Indonesia (Philindo) XXXVI di Filipina, Rabu (14/12). Kegiatan ini adalah patroli bersama TNI AL dan Angkatan Laut Filipina sebagai wujud kerja sama dari Perjanjian Patroli Perbatasan 1975.
IDM - Rusia ingin Pemerintah Filipina mempertimbangkan kontrak untuk membeli 16 helikopter militer yang dibatalkan oleh mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte karena khawatir akan kemungkinan sanksi dari Amerika Serikat (AS), Rabu (19/20). Bahkan, Rusia menganggap bahwa kesepakatan tersebut masih berlaku…
IDM - Filipina dan Amerika Serikat memulai latihan militer Kamandag untuk peningkatan hubungan pertahanan, Senin (3/10). Latma militer ini melibatkan sekitar 3000 pasukan dari kedua negara yang akan berlatih selama 11 hari di berbagai lokasi di Filipina. Sejak menjabat pada…
IDM - Presiden AS Joseph R. Biden bertemu dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. di New York, Kamis (22/9). Mereka mereflekasikan pentingnya aliansi AS dan Filipina, khususnya demi mendukung kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut China Selatan ditengah meningkatnya kekuatan…