Serangan udara Iran telah menyebabkan kerusakan pada 228 titik militer Amerika Serikat (AS) yang tersebar di negara-negara tetangga di Timur Tengah. Jumlah ini lebih banyak daripada yang diakui secara publik oleh para pejabat AS.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Cina Wang Yi di Beijing pada Rabu (6/5). Pertemuan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait Selat Hormuz.
Korps Marinir menindaklanjuti rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memastikan kelanjutan pengadaan kendaraan tempur Amphibious Assault Vehicle (AAV) serta penjajakan teknologi militer terbaru.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa ia tidak akan mengizinkan Iran untuk memiliki senjata nuklir. Hal itu ia ungkapkan di tengah upaya diplomatik yang tak kunjung menghasilkan kesepakatan damai.
Militer Iran (Islamic Revolutionary Guards Corps/ IRGC) memperingatkan bahwa mereka akan menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) jika mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz, yang akan memperburuk ketegangan di wilayah tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya tengah menghubungi delegasi Amerika Serikat (AS) guna mengklarifikasi rincian proposal gencatan senjata jangka pendek yang diusulkan Rusia.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa blokade maritim Amerika Serikat (AS) atas Iran "pasti akan gagal". Menurutnya, kekuatan asing di wilayah Teluk secara historis menyebabkan ketegangan dibanding perdamaian.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Iran berasa dalam "keadaan runtuh" dan telah meminta untuk membuka kembali Selat Hormuz sesegera mungkin.
Kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi ke Rusia bukan sekadar mempererat hubungan kedua negara. Profesor di Doha Institute for Graduate Studies, Mohamed Elmasry menilai bahwa pertemuan itu untuk menunjukkan bahwa Iran tidak "terisolasi seperti yang digambarkan Amerika Serikat (AS)."